Rabu, 24 Februari 2016

Memeluk Mushaf

Memeluk Mushaf

Sehelai benang terajut dalam selembar kain
Memberi warna ditepian sudut sunyi tanpa corak
Menatap segumpal awan ditengan luas langit
Menuai haru hari-hari yang kian sendu

Setepak demi setapak langkah kaki yang gontai
Merajut makna dari kiasan firman-Nya
Bukan karena hati hati terpaksa
Namun cinta yang membuat diri ini rela

Kudekati sebuah mushaf berdebu diantara ribuan buku
Dan kgenggam erat dalam dekap rindu
Berapa lama diri ini lalai pada mushaf ini
Hingga aku lupa bahwa mushaf ini adalah kumpulan firman-Nya

Sesal hanyalah bualan
Sedih hanya kiasan
Gelisah sekedar angan-angan
tangis hanya kamuflase

Hanya kesadaran yang mampu membangkitkan
Hanya kemauan yang mampu merubah keadaan
Hanya keikhlasan yang mampu membuat hidup indah
Hanya tekat dan cinta yang mampu mengembalikan segalanya

مصلح الدین الطایب..........

 

Doa Cemburu



Doa Cemburu

Ketika kuteguk sejuk embun pagi nan segar
Mata merasa begitu pudar
Hambar rasa hati ini melihat dikau disana
Memanja diri pada kasih yang lain

Kenapa hari-hari kian lamban
Meyeruak pilu pada kenangan masalalu
Ingin rasa kukembali pada waktu itu
Ingin kurasa bahwa aku tak pernah memendam rasa padamu

Hanya dalam batin ku ungkap perasaan ini
Aku takut kala aku ucapkan lisanku terbisu
Kebahagiaanku kala menatapmu kini mulai memudar
Seiring waktu yang kian yang mebuat rasa ini luntur

Mungkin ini memang salahku yang tak mau mengungkapkan
Namun tak terasakah setiap perhatian yang kuberi
Tak tersinpankah setiap kata hati yang kulantunkan dalam do’aku
Dan tak terbacakah sikapku padamu

Pernah aku beranikan diri untuk mengungkapkan rasa ini
Namun engkau katakan bahwa engkau masih belum siap
Kunanti engaku sampai engakau siap
Namun ternya engkau berpaling

Wahai tuhan jagalah hati ini untuk selalu bersamamu
Jagalah jiwa ini agar tak lalai darimu
Dirku ini hanya hambamu yang bisa berserah padamu
Jagalah aku, dia dam kami dari apa yang membuat Mu murka

مصلح الدین الطایب........